Hardware dan Troubleshooting
1.
Main
Unit
Berikut
ini adalah beberapa permasalahan dan tanda-tanda yang muncul ketika terjadi
kerusakan pada mainboard dan perangkat yang melekat padanya:
·
Ketika komputer dihidupkan, tidak ada
reaksi sama sekali.
Kemungkinan Penyebab:
1. Power
supply rusak.
2. Memory
utama rusak, atau tidak tepat kedudukannya.
3. Processor
rusak.
4. Mainboard
rusak.
Solusi:
Bila
lampu indikator pada main unit mati, periksa hubungan kabel power, kondisi
kabel power, stavol atau UPS dengan cara menghubungkan pada monitor.
Selanjutnya
perhatikan kinerja power supply, kemungkinan kerusakan pada saklar on/off
sangat kecil, namun tidak ada salahnya periksa juga tombol tersebut. Jika tidak
ada masalah, maka kemungkinan lain yaitu pada mainboard-nya.
Coba
anda lepas kabel power kemudian pasang kembali dan coba hidupkan komputer.
Perhatikan setiap tanda-tanda power supply bekerja walau sejenak misalnya fan
yang bekerja saat kabel power ditancapkan atau saat mencoba menekan tombol
on/off pertama kali. Jika terdapat tanda-tanda tersebut, maka power supply
masih bekerja dengan baik.
Lanjutkan
dengan memeriksa mainboard. Coba periksa kemungkinan pemasangan komponen yang
kurang benar, terutama komponen SIMM RAM dan mikroprosesor. Bila perlu bisa
mengganti komponen tersebut untuk memastikan bahwa kerusakan ada pada mainboard
atau kedua komponen tersebut.
·
Ketika tombol power ditekan, lampu indikator
menyala, kipas jalan tetapi tidak ada tampilan pada monitor.
Kemungkinan penyebab:
1. Memory
utama rusak.
2. Kabel
VGA monitor rusak.
3. Monitor
rusak.
4. Hard
disk rusak.
Solusi:
Jika
pada saat menghidupkan komputer dan setelah power supply bekerja dengan baik
ternyata tidak ada tampilan apapun di layar monitor, perhatikan adakah bunyi
tertentu saat komputer dihidupkan seperti bunyi bip dengan panjang dan jarak
tertentu. Jika idak ada maka kemungkinan kerusakan ada pada rangkaian
mainboard, mikroprosesor, atau ROM BIOS.
Jika
ada bunyi yang agak panjang berulang-ulang pada jarak tertentu, maka ada 2
kemungkinan kerusakan yaitu VGA card atau memory RAM.
Jika
bunyi bip tadi tidak panjang tetapi berulang-ulang maka kemungkinan besar
kerusakan adalah pada VGA / display adapter.
Jika
bip yang terdengar adalah panjang terus menerus, maka kerusakannya ada pada
SIMM RAM. Oleh sebab itu bisa menukarnya dengan SIMM RAM yang lain.
Saat
POST berlangsung ada tampilan tetapi saat akan memasuki jendela sistem operasi
tampilan hilang. Periksa CPU speed pada advance menu dalam setup BIOS apakah
sesuai atau tidak. Pengaturan CPU speed yang tidak sesuai/melebihi nilai
nominalnya menyebabkan masalah ini timbul. Perbaiki jika ada perubahan.
Jika
langkah diatas tidak menyelesaikan masalah, maka kemungkinan CPU rusak. Cobalah
ganti dengan CPU yang lain untuk memastikan.
Kasus
di atas dapat juga disebabkan oleh kerusakan pada Hard Disk terutama kerusakan
regulator HDD. Jika ini terjadi maka yang menyala hanya LED indikator power,
sedangkan pada layar tidak akan ada tampilan sama sekali.
Dalam
kasus tertentu kerusakan regulator CD ROM juga dapat menyebabkan hal ini
terjadi.
·
Setiap kali menghidupkan komputer, harus
terlebih dahulu melakukan setup BIOS/CMOS.
Kemungkinan penyebab:
Baterai BIOS
bocor/rusak.
Solusi:
Untuk kondisi dimana
setiap kali menghidupkan komputer, harus terlebih dahulu melakukan setup
BIOS/CMOS, cobalah ganti baterai CMOS pada mainboard. Lalu lakukan setup
konfigurasi pada CMOS.
·
1
kali bunyi beep pendek. (AMI BIOS)
Kemungkinan penyebab:
Kemungkinan besar
refresh memory RAM gagal. Atau sistem gagal dalam refresh memory.
·
2 kali bunyi beep pendek. (AMI BIOS)
Kemungkinan penyebab:
Ada masalah pada memory
atau pada mainboard yang menyebabkan kegagalan rangkaian parity.
·
3 kali bunyi beep pendek. (AMI BIOS)
Kemungkinan penyebab:
Slot memory dalam modul
mungkin mengalami kerusakan pada chip sehingga menyebabkan kegagalan base
memory 64kb.
·
4 kali bunyi beep pendek. (AMI BIOS)
Kemungkinan penyebab:
Kemungkinan terbesar
adalah kesalahan pada satu atau beberapa sistem timer yang berguna untuk
mengontrol fungsi-fungsi pada mainboard.
Solusi (untuk 1-4 kali
bunyi beep pendek):
-
Ganti RAM dengan yang baru.
-
Perbaiki kedudukan RAM.
-
Pindahkan RAM ke slot yang lain.
·
5 kal bunyi beep pendek. (AMI BIOS)
Kemungkinan penyebab:
Kegagalan fungsi pada
prosesor yang desebabkan oleh panas tinggi atau kedudukan tidak benar pada
posisinya.
Solusi:
-
Perbaiki kedudukan prosesor.
-
Perbaiki kedudukan pendingin.
·
6 kali bunyi beep pendek. (AMI BIOS)
Kemungkinan penyebab:
Kegagalan chip
controller keyboard pada mainboard. Chip ini berguna untuk mengendalikan
keyboard.
Solusi:
-
Perbaiki posisi jack keyboard.
-
Jika mampu mengerjakannya, ganti
chip-nya.
·
7 kali bunyi beep pendek. (AMI BIOS)
Kemungkinan penyebab:
Terjadi kerusakan fisik
pada prosesor atau posisinya tidak tepat.
Solusi:
-
Ganti sementara dengan yang lain.
-
Perbaiki kedudukanya.
-
Periksa keadaan fisik untuk memastikan.
·
8 kali bunyi beep pendek. (AMI BIOS)
Kemungkinan penyebab:
Kesalahan eksekusi pada
memory display adapter.
Solusi:
-
Perbaiki posisinya.
-
Coba untuk mengganti dengan yang baru.
·
9 kali bunyi beep pendek. (AMI BIOS)
Kemungkinan penyebab:
Kemungkinan chip BIOS
mengalami kerusakan atau tidak berfungsi.
Solusi:
Ganti IC dengan yang
baru.
·
10 kali bunyi beep pendek. (AMI BIOS)
Kemungkinan penyebab:
CMOS shutdown
read/write mengalami error.
Solusi:
-
Periksa jalur baterai pada mainboard,
dan betulkan posisinya apabila tidak sesuai.
-
Ganti baterai BIOS jika tidak ada
kesalahan pada jalur baterai.
·
11 kali bunyi beep pendek. (AMI BIOS)
Kemugkinan penyebab:
Kemungkinan kerusakan
pada Cache Memory
Solusi:
Jika anda mampu
mengerjakannya, ganti dengan chip yang baru. Jika tidak bisa, anda bisa
menggunakan tenaga teknisi komputer.
·
Sangat sering terjadi hang.
Kemungkinan penyebab:
-
Overlocking yang anda lakukan.
-
Infeksi virus pada hard disk.
-
Hard disk akan atau sudah rusak.
-
Jenis memory tidak cocok atau berasal
dari pabrikan yang berbeda.
Solusi:
-
Kembalikan setting prosesot pada BIOS ke
posisi normal.
-
Scan dengan anti virus.
-
Segera siapkan hard disk baru.
-
Pastikan memory yang anda gunakan sudah
tepat.
·
Kinerja komputer sangat lambat.
Kemungkinan penyebab:
-
Memory tidak cukup.
-
Infeksi virus pada hard disk.
-
Prosesor over hit atau terlalu panas.
-
Terlalu banyak program terinstall.
Solusi:
-
Tambah atau ganti memory yang mencukupi.
-
Scan dengan anti virus.
-
Periksa pendingin CPU.
-
Jika anda tidak menambah memory, kurangi
program aplikasi dengan menguninstall-nya.
·
CMOS failure.
Kemungkinan penyebab:
-
Baterai BIOS habis.
-
Setting BIOS berubah mungkin karena
pernah mati listrik tiba-tiba.
Solusi:
-
Ganti baterainya.
-
Kembalikan setting BIOS, kalau bisa ke
default.
·
Hardware on board tidak berfungsi.
Kemungkinan penyebab:
-
Hardware on board rusak.
-
Kesalahan setting BIOS.
-
Belum terisntall driver-nya.
Solusi:
-
Pasang card yang baru kalau bisa diganti
misalnya soundcard atau LAN card.
-
Periksa setting pada BIOS.
-
Periksa dan install drivernya.
2.
Monitor
Penelusuran
kerusakan pada sekitar monitor tidak serumit mainboard. Kerusakannya dapat kita
deteksi seperti berikut:
·
Ketika tombol power ditekan CPU jalan normal, tetapi tidak
ada tampilan apa-apa pada monitor.
Kemungkinan penyebab:
-
Monitor rusak.
-
Kabel VGA tidak terpasang dengan benar.
-
Kabel VGA putus/rusak.
-
Pengaturan brightness terlalu minim.
Solusi:
-
Periksa hubungan kabel power pada monitor, perhatikan
apakah lampu indikatornya menyala atau tidak. Setelah itu periksa hubungan
kabel data pada port video out apakah sudah terhubung dengan benar atau belum.
Matikan komputer dan amati, apakah ada kilatan cahaya pada monitor yang
menandakan adanya kesalahan pada main unit komputer. Sedangkan jika tidak
terdapat kilatan tersebut, maka kemungkinan kerusakan memang pada monitor.
-
Satu lagi kemungkinan utnuk memastikan bahwa kerusakan
ada pada monitor yaitu dengan cara monitor dihidupkan, dan kemudian atur posisi
brightness dan contrast posisi maksimum. Jika layar monitor tampak putih
terang, kemungkinan monitor tidak rusak.
-
Selanjutnya periksa display adapter, beberapa komputer
atau mainboard akan memberi tanda berupa bunyi beep pada speaker yaitu 1 kali
panjang dan 3 kali pendek ketika terdapat kerusakan pada kartu display adapter.
·
Awalnya normal tetapi ketika akan keluar ke Windows
desktop, tampilan menghilang dan muncul pesan “no signal”.
Kemungkinan penyebab:
-
Refresh rate tidak tepat.
-
Pengaturan display setting tidak tepat.
Solusi:
-
Ketika komputer dihidupkan, POST test berjalan normal
pada BIOS lalu masuk ke Welcome windows tetapi ketika desktop akan terbuka,
layar menjadi gelap kembali dan selanjutnya tidak ada lagi reaksi apa-apa.
Hampir dapat dipastikan bahwa penyebab utamanya adalah ketidaksesuaian antara
frekuensi listrik pada monitor dengan setting pada display adapter.
Misalnya monitor hanya mendukung
60Hz lalu kita melakukan setting 85Hz maka kasus ini yang terjadi.
-
Ini juga bisa terjadi ketika penggantian monitor atau
salah setting pada display adapter. Untuk kasus salah setting dapat diatasi
dengan masuk ke save mode lalu login sebagai Administrator kemudian lakukan
restore.
·
Tampilan mengecil dan hanya muncul setengah dari
besarnya layar atau lebih kecil.
Kemungkinan penyebab:
-
Pengaturan ukuran gambar vertical salah.
-
Kerusakan komponen elektronika vertical pada monitor.
Solusi:
Kasus ini hanya terjadi pada monitor
tabung (CRT). Ini terjadi karena tegangan vertical atau komponen IC vertical
monitor mengalami kerusakan. Cari tombol pengatur vertical size untuk mengatur
lebar tampilan secara vertical dan tombol horizontal size untuk mengatur secara
horizontal, jika tiak ada perubahan maka terdapat kerusakan pada rangkaian
elektronik pada monitor tersebut.
·
Tampilan berjaan atau menggulung.
Kemungkinan penyebab:
Pengaturan posisi vertical tidak
tepat.
Solusi:
Coba hentikan menggunakan tombol
V-Hold (Vertikal Hold) dan H-Hold (Horizontal Hold) pada monitor.
·
Tampilan semakin terang atau semakin kabur.
Kemungkinan penyebab:
-
Pengaturan brightness salah.
-
Flyback monitor bocor.
Solusi:
Biasanya timbul karena komponen
flyback trafo pada monitor rusak. Jika hal ini terjadi, gunakan jasa teknisi
untuk perbaikan atau penggantian.
·
Warna tertentu menghilang.
Kemungkinanpenyebab:
-
Pengaturan warna tidak tepat.
-
Kerusakan komponen pengatur warna pada monitor rusak.
Solusi:
-
Perbaiki pengaturan warna.
-
Untuk memperbaiki kerusakan ini, membutuhkan jasa
teknisi elektronik.
3.
Power
Supply
Power
supply pada komputer adalah bagian yang sangat sering rusak apalagi jika kelas
mutu yang anda gunakan berada pada level menengah ke bawah. Kebanyakan user
tidak mau ambil pusing ketika power suply bermasalah. Biasanya mereka langsung
mengganti dengan yang baru. Berikut ini adalah beberapa kerusakan pada power
supply:
·
CPU mati total dan tidak ada reaksi
apa-apa pada power suppy ketika tombol power ditekan.
Kemungkinan penyebab:
-
Kabel listrik putus/tidak terpasang
dengan tepat.
-
Sekering power supply putus.
-
Daya keluaran power supply jatuh sangat
jauh.
-
Ada komponen elektronika power supply
yang rusak.
-
Kabel power supply yang menuju ke
mainboard tidak tepat pemasangannya.
Solusi:
-
Periksa keadaan kabel listrik power
supply.
-
Buka power supply dan periksa
sekeringnya.
-
Kurangi hardware yang anda gunakan atau
gunakan stabilizer.
-
Periksa secara fisik apakah ada komponen
yang rusak. Yang paling sering rusak adalah transistor daya, resistor, dan
kapasitor.
-
Periksa kedudukan kabel power supply
yang menuju ke CPU.
·
CPU sering restart sendiri.
Kemungkinan penyebab:
-
Daya dan tegangan keluaran power supply
jatuh sangat jauh.
-
Tegangan keluaran power supply turun
naik karena gejala kerusakan komponen power supply.
Solusi:
-
Kurangi hardware yang digunakan atau gunakan
stabilizer.
-
Ganti power supply dengan yang baru.
4.
Display
Adapter (VGA Card)
Kerusakan
pada VGA sebenarnya tidak bisa langsung dipastikan tanpa memeriksa monitor oleh
karena itu pastikan bahwa monitor yang anda gunakan masih baik.
·
Tidak dapat menampilkan gambar ke
monitor.
Perbaikan:
-
Pastikan bahwa kabel yang keluar dari
VGA menuju monitor sudah terhubung dengan baik.
-
Jika langkah pertama sudah benar tetapi
gambar tidak juga muncul, maka:
Ø Matikan
komputer untuk melindungi sistem operasi.
Ø Lepaskan
kabel listrik komputer agar anda dapat membuka casing dengan aman.
Ø Buka
penutup casing dengan hati-hati lalu buka VGA card.
Ø Bersihkan
VGA dari debu yang mungkin menghambat aliran listriknya, setelah itu pasang
kembali dengan baik.
Ø Jika
gambar belum juga muncul sedangkan tanda-tanda mainboard masih normal maka
silahkan ganti VGA card.
·
Gambar tidak normal atau pecah.
Perbaikan:
Penyebabnya adalah
driver VGA tidak terinstall. Lakukan istalasi driver VGA
·
Gambar terpotong-potong.
Perbaikan:
Jika gambar terpotong-potong
misalnya gambar manusia yang kepalanya bergeser atau hanya bentuk kotak-kotak
saja maka dipastikan VGA rusak, segera ganti dengan yang baru.
5.
Harddisk
·
Komputer baru selesai dirakit, tetapi
tidak dapat booting dari hard disk.
Kemungkinan penyebab:
-
Komputer belum mempunyaii sistem
operasi.
-
Tegangan masuk pada hard disk tidak ada.
-
Kabel data tidak terpasang / tidak tepat
kedudukannya.
-
Hard disk tidak terdeteksi BIOS.
Solusi:
-
Install sistem operasi Windows, Linux
atau yang lain.
-
Periksa kabel power supply hard disk,
apakah sudah tepat atau belum.
-
Pastikan kabel data sudah terpasang
dengan benar.
-
Periksa BIOS lalu lakukan setting ulang.
·
Ketika komputer baru start, muncul pesan
“HDD controller failure”.
Kemungkinan penyebab:
Jumper master, slave,
cable select belum terpasang / salah.
Solusi:
Periksa kembali
pemasangan jumper, pasang pada posisi master.
·
Susah atau tidak bisa membaca data.
Kemungkinan penyebab:
-
Terdapat bad sector pada HDD.
-
Serangan virus.
Solusi:
-
Gunakan low level format untuk mengatasi
keadaan ini.
-
Scan dengan anti virus
·
Pembacaan / penyimpanan data pada HDD
menjadi sangat lambat.
Kemungkinan penyebab:
-
HDD hampir penuh dengan data.
-
Tidak pernah didefrag.
-
Serangan virus.
Solusi:
-
Hapus folder / file atau pindahkan ke media
penyimpanan yang lain.
-
Lakukan defragment HDD.
-
Scan dengan anti virus.
·
HDD tidak berfungsi dan tidak ada reaksi
apa-apa.
Kemungkinan penyebab:
-
Motor HDD tidak berputar / sudah rusak.
-
Catu daya power supply tidak tersambung.
Solusi:
-
Jika anda mampu mengerjakannya ganti
motor HDD-nya.
-
Perbaiki / pastikan power supply ke HDD
tegangannya normal.
·
HDD mengeluarkan suara aneh dan sangat
keras.
Kemungkinan penyebab:
Terdapat gesekan
platter (piringan) dengan acces arm.
Solusi:
Back up data anda dan
segera ganti dengan HDD baru. Karena dalam beberapa booting lagi HDD pasti
rusak.
6.
Memory
Mengingat
memory yang bisa terdiri dari beberapa chip memory Silikon (disebut DRAM)
disolder di sebuah papan sirkuit kecil, memory komputer sebenarnya harus jauh
lebih tahan terhadap kegagalan dari komponen-komponen komputer yang lain. Namun
ada kalanya memory mengalami kerusakan yang mempengaruhi kinerja komputer.
Berikut beberapa permasalahannya:
·
RAM tidak bisa terdeteksi oleh DOS,
tetapi bisa terdeteksi oleh Windows.
Keungkinan penyebab:
Memasang RAM pada
komputer dengan kapasitas melebihi 64MB.
Solusi:
Kondisi semacam itu
wajar dan normal, karena DOS pada waktu dirancang hanya bisa mengenali RAM yang
terpasang dengan kapasitas 64 MB, lebih dari 64 MB tidak akan terdeteksi.
Berbeda dengan Windows, semua RAM yang terpasang akan terdeteksi dengan baik,
selama RAM yang dipasang dalam kondisi bagus dan tidak rusak.
·
Sistem komputer menjadi lambat ketika
ditambahkan beberapa memori.
Kemungkinan penyebab:
Penambahan memory yang berlebihan.
Penambahan memory yang berlebihan.
Solusi:
Langkah pertama adalah,
pastikan semua memori baru yang dipasang dikenali dengan baik oleh BIOS atau
Windows. Apabila motherboard tidak mendukung penambahan memori dan hanya
menerima kapasitas paling besar adalah 64 MB, maka percuma saja menambah memori
baru. Memori tetap bisa terpasang tetapi efeknya bisa memperlambat kinerja
komputer.
·
Ketika menghidupkan komputer, terdengar bunyi
beep dan komputer tidak mau booting.
Kemungkinan penyebab:
Identifikasi memori
yang rusak.
Solusi:
Beep tersebut
menandakan adanya perangkat keras yang melekat pada motherboard mengalami
kerusakan. Yang paling umum adalah kerusakan terjadi pada memori. Segera ambil
memori tersebut dari motherboard kemudian coba bersihkan memori dengan tisu
atau atau kain yang bersih. Setelah dibersihkan pasang kembali pada slot nya.
Apabila setelah dipasang, masih keluar bunyi beep, memorinya harus diganti
dengan yang baru.
7.
Keyboard
dan Mouse
Dua
komponen utama sebagai media masukan komputer adalah keyboard dan
mouse.
Beberapa masalah sering timbul mengganggu kinerja kedua komponen
tersebut,
antara lain :
·
Keyboard
Error or No Keyboard..
Pesan ini tampil saat komputer start karena pada
proses POST, komputer
memeriksa seluruh perangkat yang ada. Beberapa
kemungkinan yang
menyebabkan timbulnya masalah ini, yaitu :
-
Keyboard belum terpasang dengan benar
pada konektornya. Cobalah
periksa dan betulkan
kembali konektornya.
-
Salah satu kabel keyboard ada yan putus.
Cobalah menggunakan keyboard
yang lain.
-
Salah satu atau beberapa tombol keyboard
ada yang tertekan saat proses
POST berlangsung,
biasanya diikuti bunyi bip pendek yang terus menerus.
Periksa tombol-tombol
keyboard.
-
Kemungkinan lain adalah kerusakan pada
rangkaian elektronik atau
rangkaian kontroler
keyboard pada mainboard. Cobalah dahulu dengan
menggunakan keyboard
yang normal, jika masih bermasalah dapat
dipastikan kontroler
keyboard pada mainboard yang mengalami kerusakan.
Catatan : Jika komputer
tidak mengenal keyboard maka dipastikan komputer
tidak bisa Booting.
·
Ketikan
rangkap (respon keyboard terlalu cepat).
Keyboard yang terlalu
peka atau terlalu cepat merespon penekanan tombol
akan menghasilkan
cetakan rangkap (berulang). Misalnya “a” menjadi “aaa”
walaupun hanya
menyentuh tombol “a” sekali. Sering hal ini akibat keyboard
sudah lemah atau kotor,
dapat dicoba membersihkan bagian dalam keyboard.
Buka ikon keyboard pada
Control Panel lalu lakukan pengaturan kecepatan
tanggapan keyboard.
·
Mouse tidak
dikenali.
Jika pada saat
menghidupkan komputer temyata mouse tidak dikenali. Beberapa
hal di bawah ini
kemungkinan penyebabnya, yaitu :
-
Kabel mouse terhubung kurang sempurna
pada konektor port mouse.
Periksa hubungan kabel
tersebut, perhatikan pula kemungkinan adanya
kabel mouse yang
terputus.
-
Device driver untuk mouse tidak
terinstal dengan benar. Pada komputer
dengan sistem operasi
DOS, device driver mouse biasa ditempatkan pada
file CONFIG.SYS atau
AUTOEXEC.BAT, periksa kedua file tersebut dan lokasi
tempat file tersebut
berada.
-
Sedangkan pada sistem operasi Windows,
bisa memeriksanya pada Sistem
Properties melalui menu
[Start], [Setting], [Control Panel], [Sistem],
[Device Manager].
·
Mouse atau
port mouse rusak.
Untuk memastikannya
bisa mencoba menukar dengan mouse yang lain. Masalah lain yang sering terjadi
adalah tidak berfungsinya mouse sebagaimana mestinya. Ketidak-normalan tersebut
adalah:
-
Mouse dikenali namun tidak bisa berfungsi.
Ini dialami oleh mereka yang
menggunakan sistem
operasi Windows. Mouse hanya tampil berupa kursor,
tanda panah atau tanda
lain di tengah-tengah layar monitor, dan tidak bisa
digerakkan. Hal ini
bisa disebabkan oleh karena mouse yang rusak atau
device driver yang ada
tidak sesuai. Atasi dengan me-remove device driver
dari Device Manager,
kemudian deteksi lagi keberadaan mouse. Jika mouse
terdeteksi tetapi tetap
tidak berfungsi dengan baik, maka kemungkinan
mousenya yang rusak.
-
Mouse berjalan tersendat-sendat atau
kursor melompat-lompat. Cobalah
perbaiki device drive
rmouse atau atur kecepatan mouse pada item mouse
dari [Control Panel],
yaitu pada tab [Motion], dari [Mouse properties]. Jika
belum berhasil, cobalah
buka dan bersihkan tempat bola mouse.
-
Jika tombol mouse tidak merespon dengan
baik, cobalah atur melalui
fasilitas pengaturan
kecepatan klik mouse pada item mouse dari [Control
Panel], pada tab
[Button] dari [Mouse Properties]. Selain itu coba bersihkan
tombol mouse dengan
bantuan cairan contact cleaner.
-
Pointer mouse jadi liar dan susah
diarahkan. Penyebabnya adalah kabel
mouse mengalami
kerusakan/putus sebagian sehingga ketika mouse
digerakkan pointernya jadi liar.
Komentar
Posting Komentar